Preloader

Alamat

Jl. Wates Km. 10 Yogyakarta 55753

Whatsapp

0895411151565

Email

labagroteknologi@mercubuana-yogya.ac.id

ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN BAWANG MERAH DI DAERAH SENTRA PRODUKSI: Studi Kasus di Kabupaten Bantul

 

Benard Petrus

 

 

15012102
INTISARI

 

 


Kabupaten Bantul sebagai daerah sentra penghasil bawang merah terbesar di Yogyakarta memiliki rata-rata produksi yang bersifat fluktuatif namun cenderung menurun. Dalam menjalankan usahataninya petani bawang merah menghadapi masalah-masalah yang sifatnya internal maupun eksternal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan produksi dan menentukan bentuk alternatif strategi terbaik yang dapat direkomendasikan untuk pengembangan produksi bawang merah pada daerah sentra produksi secara khusus di Kabupaten Bantul. Metode penelitian yang digunakan untuk pemilihan lokasi yaitu purposif dengan pertimbangan bahwa daerah tersebut merupakan sentra produksi bawang merah dan pengembilan sampel dilakukan dengan metode Snow ball terhadap 30 petani responden. Selanjutnya analisis data dilakukan melalui tiga tahap; 1) Tahap input (matriks IFE dan matriks EFE), 2) Tahap pencocokan (matriks IE dan matriks SWOT), 3) Tahap keputusan (matriks QSPM). Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor penting untuk berhasil dalam pengembangan usahatani bawang merah berdasarkan analisis matriks faktor internal adalah permodalan keterbatasan modal dengan skor 0,465), berdasarkan analisis faktor eksternal adalah cuaca dan iklim yang tidak menentu dengan skor 0,400. Berdasarkan matriks IE, setelah dilakukan pemetaan dari skor bobot IFE total yaitu 2,847 dengan skor bobot EFE total yaitu 3,087 posisi usahatani bawang merah berada pada kuadran II, artinya usahatani bawang merah di Kabupaten Bantul dalam tahap tumbuh dan akan terus berkembang. Berdasarkan matriks SWOT dan analisis matriks QSPM, diperoleh satu strategi utama yang direkomendasikan untuk pengembangan usahatani bawang merah di Kabupaten Bantul yaitu merencanakan penanaman yang baik untuk memproduksi bibit bermutu secara mandiri dalam mengatasi mahalnya harga bibit bermutu (STAS = 5,389).

 

 

 

 

Kata Kunci: Bawang merah, Analisis SWOT, Strategi pengembangan, Sentra produksi, Bantul.
 

 

 

Kuliah Pertanian di Jogja, Agroteknologi UMBY

 

Share:
Author