Panen Perdana KT Swa Katon Asri
DORONG KETAHANAN PANGAN MENUJU INDONESIA EMAS KELOMPOK TANI SWA KATON ASRI MELAKUKAN PANEN PERDANA PERTANIAN TERPADU
Kelompok Tani Swa Katon Asri melaksanakan Panen Perdana Pertanian Terpadu dengan tema “KETAPANG MAS: Ketahanan Pangan Berbasis Masyarakat Menuju Indonesia Emas”, Jumat (25/9/2026), di Pendopo Paguyuban Sumarah, Wirobrajan, Kota Yogyakarta.
Kegiatan ini berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB dan dihadiri oleh Wakil Ketua DPD RI GKR Hemas, Wali Kota Yogyakarta Dr. (H.C.) dr. H. Hasto Wardoyo, Ketua DPRD Kota Yogyakarta, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, serta Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta. Dari lingkungan akademik, Program Studi Agroteknologi, Fakultas Agroindustri, Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) turut hadir melalui Anggoro Priyatmoko, S.Pd., M.Si., Kris Winarsih Adi Safitri, S.P., M.Sc., dan Xena Widya Iswara, S.P., M.Sc., bersama 10 mahasiswa.
Kegiatan panen perdana menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, kelompok tani, dan perguruan tinggi dalam membangun ketahanan pangan berbasis masyarakat yang berkelanjutan. Wakil Ketua DPD RI GKR Hemas berharap agar gerakan KETAPANG MAS tidak hanya dilaksanakan di satu lokasi, tetapi dapat dikembangkan di berbagai wilayah DIY. Beliau juga menekankan agar kegiatan ketahanan pangan dilakukan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada satu momentum.
Hal senada disampaikan Wali Kota Yogyakarta Dr. (H.C.) dr. H. Hasto Wardoyo yang berharap kegiatan ini terus berjalan. Beliau menyampaikan salah satu inovasi yang telah dilakukan oleh kelompok tani ini membawa kabar baik, inovasi tanam padi menggunakan wadah galon bekas menghasilkan panen yang lebih banyak apabila dibandingkan dengan tanam di lahan. Hal tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan lahan bukan menjadi penghalang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan pertanian.
Dalam sesi Sapa Aruh, perwakilan Kelompok Tani Swa Katon Asri menyampaikan harapan agar pemangku kebijakan khususnya Pemerintah Kota Yogyakarta beserta jajarannya terus memberikan dukungan terhadap pengembangan KETAPANG MAS. Kelompok Tani Swa Katon Asri juga berharap GKR Hemas dan Wali Kota Yogyakarta dapat kembali hadir dalam kegiatan serupa sebagai bagian dari penguatan sinergi antara masyarakat dan pemerintah.

Sementara itu, Teo, owner Joglo Tani sekaligus moderator Sapa Aruh, menekankan pentingnya keberlanjutan gerakan ketahanan pangan berbasis masyarakat. Ia menyampaikan jargon:
“Apa yang kita tanam adalah yang kita makan, dan apa yang kita makan adalah yang kita tanam.”
Jargon tersebut menggambarkan semangat untuk membangun keterhubungan antara produksi dan konsumsi pangan di tingkat masyarakat, sekaligus mendorong masyarakat untuk terus menanam dan menghasilkan pangan secara mandiri.

Program Studi Agroteknologi UMBY selalu berupaya untuk memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dengan masyarakat. “Dengan hadirnya dosen terutama mahasiswa, kami berharap dapat memberikan pengalaman pembelajaran langsung mengenai penerapan ilmu pertanian, pertanian terpadu, dan pengelolaan agroekosistem di tingkat masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pendidikan dan pengajaran serta pengabdian kepada Masyarakat” ungkap Anggoro Priyatmoko, S.Pd., M.Si. Melalui kolaborasi masyarakat, pemerintah, kelompok tani, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan, semangat KETAPANG MAS: Ketahanan Pangan Berbasis Masyarakat Menuju Indonesia Emas diharapkan dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Admin Web
Leave a comment
Your email address will not be published. Required fields are marked *